Gempa di Jogja - Laporan Umum
Bismillah.
Ikhwah fillah, pada hari Sabtu (27/05) telah terjadi gempa yang mengguncang Jogja dan sekitarnya. Gempa yang berpusat 30 km ke arah selatan kota Jogja ini kekuatannya 5,8-6,2 SR. Lebih kecil dibandingkan dengan Aceh yang lebih dari 9 SR.
Gempa terjadi sekitar pukul 06.00 pagi, dimana sebagian masyarakat masih berada di dalam rumah, sedangkan sebagian yang lain mulai beraktivitas di luar.
Daerah yang mengalami kerusakan parah adalah daerah Bantul, terutama yang dekat pantai. Bahkan menurut kesaksian al-akh Masykur - penerbit Darul Ilmi- di Plered Bantul hampir tidak ditemukan rumah yang masih tegak berdiri. Beliau sendiri sempat tertimpa dinding dan atap kamar mandi yang ambruk di rumah orang tuanya di Plered. Alhamdulillah beliau sekeluarga selamat.
Ketika terjadi gempa susulan sekitar pukul 08.00, terjadi kepanikan. Massa dengan kendaraan bermotor berduyun-duyun pergi ke arah utara yang lebih tinggi. Hal ini karena terdengar isu adanya Tsunami dan air laut yang mulai naik ke kota. Menurut informasi yang kami peroleh, ini disebabkan oleh salahnya pemberitaan di sebuah radio. Perlu antum ketahui, setelah gempa pertama terjadi, aliran listrik langsung mati. Begitu pula dengan robohnya beberapa BTS (menara untuk telpon selular), komunikasi via HP juga terganggu. Masyarakat hanya bisa menerima informasi dari dua stasiun radio yang masih bisa siaran, Sonora dan Trijaya. Kemacetan terjadi di jalan-jalan. Alhamdulillah, isu tersebut tidak terbukti dan masyarakat mulai berangsur-angsur tenang.
Kondisi Pondok dan Ikhwah Salafy
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Yang Maha Mengatur alam ini. Pondok Darus Sunnah di Dlingo Bantul yang diasuh oleh Al-Ustadz Abdul Jabbar tidak mengalami kerusakan yang berarti, apalagi sampai jatuh korban jiwa. Menurut informasi yang ana peroleh dari orang tua ustadz, kerusakan yang terjadi hanya genteng-genteng yang jatuh.
Di Pondok Al-Anshar, Wonosalam Sleman demikian pula. Menurut pengamatan ana, kerusakan hanya terjadi pada pondok tahfidz putri dan beberapa rumah ikhwah. Sebagian kecil gentengnya berjatuhan. Al-Ustadz Abdul Mu'thi dan ikhwah di sekitar pondok tidak apa-apa. Beliau sudah mengisi kajian pada sore harinya.
Adapun kondisi di Pondok Dhiyaus Sunnah, Sewon Bantul, menurut penuturan Al-Akh Ahmad Demak Ijo, kerusakan yang terjadi lebih signifikan. Tembok-temboknya retak. Namun dikabarkan bahwa tidak ada korban jiwa. Al-Ustadz Abdul Haq yang mengajar di sana langsung memberikan taushiah kepada ikhwah setelah shalat zhuhur.
Dari daerah Prambanan kami juga memperoleh informasi bahwa rumah ikhwah dan juga rumah orang tua Al-Ustadz Ali Basuki ambruk. Al-Ustadz Ali Basuki berada di Aceh.
Demikian informasi yang bisa ana sampaikan. Keterbatasan informasi ini karena belum pulihnya jaringan komunikasi, sehingga masih sulit untuk menghubungi ikhwah di dekat lokasi kejadian. Begitu pula dengan transportasi, bensin sempat sulit didapatkan. Pom bensin tidak buka karena aliran listrik masih mati di beberapa tempat. Pemerintah juga menyarankan warga untuk sebaiknya berada di luar rumah karena dikawatirkan masih terjadi gempa susulan. Wallahu a'lam bishshawab.
(Jogja – Subuh, 28 May 2006)
Laporan : Abu Umar Urwah.
Ikhwah fillah, pada hari Sabtu (27/05) telah terjadi gempa yang mengguncang Jogja dan sekitarnya. Gempa yang berpusat 30 km ke arah selatan kota Jogja ini kekuatannya 5,8-6,2 SR. Lebih kecil dibandingkan dengan Aceh yang lebih dari 9 SR.
Gempa terjadi sekitar pukul 06.00 pagi, dimana sebagian masyarakat masih berada di dalam rumah, sedangkan sebagian yang lain mulai beraktivitas di luar.
Daerah yang mengalami kerusakan parah adalah daerah Bantul, terutama yang dekat pantai. Bahkan menurut kesaksian al-akh Masykur - penerbit Darul Ilmi- di Plered Bantul hampir tidak ditemukan rumah yang masih tegak berdiri. Beliau sendiri sempat tertimpa dinding dan atap kamar mandi yang ambruk di rumah orang tuanya di Plered. Alhamdulillah beliau sekeluarga selamat.
Ketika terjadi gempa susulan sekitar pukul 08.00, terjadi kepanikan. Massa dengan kendaraan bermotor berduyun-duyun pergi ke arah utara yang lebih tinggi. Hal ini karena terdengar isu adanya Tsunami dan air laut yang mulai naik ke kota. Menurut informasi yang kami peroleh, ini disebabkan oleh salahnya pemberitaan di sebuah radio. Perlu antum ketahui, setelah gempa pertama terjadi, aliran listrik langsung mati. Begitu pula dengan robohnya beberapa BTS (menara untuk telpon selular), komunikasi via HP juga terganggu. Masyarakat hanya bisa menerima informasi dari dua stasiun radio yang masih bisa siaran, Sonora dan Trijaya. Kemacetan terjadi di jalan-jalan. Alhamdulillah, isu tersebut tidak terbukti dan masyarakat mulai berangsur-angsur tenang.
Kondisi Pondok dan Ikhwah Salafy
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Yang Maha Mengatur alam ini. Pondok Darus Sunnah di Dlingo Bantul yang diasuh oleh Al-Ustadz Abdul Jabbar tidak mengalami kerusakan yang berarti, apalagi sampai jatuh korban jiwa. Menurut informasi yang ana peroleh dari orang tua ustadz, kerusakan yang terjadi hanya genteng-genteng yang jatuh.
Di Pondok Al-Anshar, Wonosalam Sleman demikian pula. Menurut pengamatan ana, kerusakan hanya terjadi pada pondok tahfidz putri dan beberapa rumah ikhwah. Sebagian kecil gentengnya berjatuhan. Al-Ustadz Abdul Mu'thi dan ikhwah di sekitar pondok tidak apa-apa. Beliau sudah mengisi kajian pada sore harinya.
Adapun kondisi di Pondok Dhiyaus Sunnah, Sewon Bantul, menurut penuturan Al-Akh Ahmad Demak Ijo, kerusakan yang terjadi lebih signifikan. Tembok-temboknya retak. Namun dikabarkan bahwa tidak ada korban jiwa. Al-Ustadz Abdul Haq yang mengajar di sana langsung memberikan taushiah kepada ikhwah setelah shalat zhuhur.
Dari daerah Prambanan kami juga memperoleh informasi bahwa rumah ikhwah dan juga rumah orang tua Al-Ustadz Ali Basuki ambruk. Al-Ustadz Ali Basuki berada di Aceh.
Demikian informasi yang bisa ana sampaikan. Keterbatasan informasi ini karena belum pulihnya jaringan komunikasi, sehingga masih sulit untuk menghubungi ikhwah di dekat lokasi kejadian. Begitu pula dengan transportasi, bensin sempat sulit didapatkan. Pom bensin tidak buka karena aliran listrik masih mati di beberapa tempat. Pemerintah juga menyarankan warga untuk sebaiknya berada di luar rumah karena dikawatirkan masih terjadi gempa susulan. Wallahu a'lam bishshawab.
(Jogja – Subuh, 28 May 2006)
Laporan : Abu Umar Urwah.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home